Minggu, 25 Desember 2011

2 Ikhwan Ideal; before and after, past and present

picture from here
 
Tidak perlu berbangga hati dengan masa lalu yang gemilang sementara hari ini merugi.
Namun bersyukurlah bila hari ini bisa lebih baik daripada masa lalu.


Suamiku Sayang,

Hari ini aku mendapat satu cerita pencerahan dari murabbi.....
Belasan tahun lalu saat maraknya demo di Ibu Kota ada seorang ikhwan yang begitu besar ghirah keIslamannya, aktivis dakwah, penggerak perubahan.
Dia menggerakkan ikhwah untuk sama-sama pergi berjuang ke sana, bahkan cenderung mewajibkannya dilihat dari sikapnya. Dimana bila seseorang sampai tidak diizinkan orangtua untuk pergi ke medan jihad, maka orang itu cukup minta izin pada orangtua lalu langsung ikut pergi saja. Perjuangan lebih penting, begitulah intinya.
Sementara bagi anak tunggal dia cukup toleran untuk memberi izin tidak ikut serta dalam demo besar-besaran itu.

Hmmm bila cerita berakhir disitu nampaknya dia seorang ikhwan yang ideal. Besar kemungkinan ikhwan seperti ini akan dapat menjaga dirinya dari hal-hal yang tidak baik bukan? Karena terjaga di jalan dakwah.

Suamiku, ketika melingkar tadi siang murabbiku menyampaikan bahwa Allah menyeleksi siapa saja yang ada di jalan dakwah bisa dengan berbagai hal, apakah seseorang sanggup bertahan di jalan dakwah atau tidak. Allah akan memberi ujian.
Alhamdulillah bila seseorang mampu bertahan di jalan dakwah karena sanggup menghadapi ujiannya, berarti dia adalah orang yang terpilih.

Lalu bagaimana ikhwan aktivis tadi beberapa tahun kemudian?
Entah apa motivasi dia, dia kini telah berubah.... jauh berubah!
Dia yang sekarang lebih semangat dalam mengejar dunia, liqo sudah ditinggalkannya, jamaah dilepaskannya, ikhtilat sudah jadi bagian hidupnya, dan karena dia seorang dokter yang membuat miris adalah adanya laporan-laporan dari pasien yang 'tidak nyaman' dengan cara dia melakukan pemeriksaan. Astagfirullahaladziim.... Dimana kontrol dia sekarang???
Nampak berubah drastis ke arah yang tidak lebih baik.

picture from here
Pikirku, ternyata bisa juga seseorang yang tadinya nampak sebagai sosok ideal dalam dakwah namun dengan berjalannya waktu, dan dihadapkan pada ujian akhirnya bisa gugur. Sangat disayangkan.
Bukan, pasti bukan dakwah atau jamaahnya yang salah.
Karena jauh lebih banyak yang masih istiqomah dan tetap hanif di jalan dakwah ini!
Itu hanya kisah seorang ikhwan yang give up.


Aku jadi ingat tentang kita......
Allah mempertemukan kita pertama kali bukan dalam kancah dakwah.
Namun subhanallah alhamdulillah setelah menikahlah Allah menyatukan hati kita berdua dalam dakwah di jalan-Nya, dalam jamaah. Semoga Allah meneguhkan hati-hati ini.
Mungkin ada yang bertanya: adakah ujiannya?
Kita tahu jawabannya, ada ya Sayang :)

picture from here
Suamiku, aku bersyukur dirimu di sampingku. Mengingat ikhwan yang gugur di jalan dakwah tadi, menjadi tidak penting dirimu di jalan dakwah atau bukan di jalan dakwah ini sebelumnya.

Yang terpenting adalah sekarang kita sama-sama dalam jamaah ini.
Semoga Allah menolong agar kita mampu meningkatkan kemampuan belajar dakwah kita, belajar menolong agama Allah, dan istiqomah.
Perjalanan ini masih panjang, tetaplah di dalam dakwah ya Suamiku Sayang.... karena alasan itulah bertambah rasa cintaku untukmu.
Semoga kita menjadi orang-orang yang terpilih itu.

Hmmm... kalau boleh aku bilang.....
Dengan segala kebaikanmu, kasih sayangmu padaku & anak-anak kita
Kutemukan ikhwan idealku, dia adalah dirimu -suamiku-  ^_^



Mudah-mudahan dari tulisan ini ada hikmah & pelajaran yang bisa diambil....


Ubr, 25122011
21.45
Ketika Ayah OB Van di BIP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar